Workshop Digital Marketing untuk Santri SMK
Dalam rangka mempersiapkan santri menghadapi era digital, Pondok Pesantren Nurul Islam menyelenggarakan Workshop Digital Marketing untuk santri SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia pada tanggal 5-7 Mei 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali santri dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, sambil tetap menanamkan nilai-nilai islami dalam pemanfaatan teknologi.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 120 santri dan menghadirkan beberapa praktisi digital marketing terkemuka, di antaranya Bapak Ahmad Zulkarnain (CEO Digital Muslim Agency), Ibu Fatimah Azzahra (Content Creator Muslim), dan Bapak Muhammad Rizki (Digital Marketing Specialist Tokopedia).
Materi Workshop
Selama workshop, para santri mendapatkan berbagai materi penting seputar digital marketing, di antaranya:
-
Dasar-dasar Digital Marketing
- Pengenalan ekosistem digital marketing
- Strategi pemasaran online yang efektif
- Etika marketing dalam perspektif Islam
-
Content Creation & Social Media Management
- Teknik pembuatan konten yang menarik dan bermanfaat
- Pengelolaan media sosial yang efektif
- Cara membuat konten yang sesuai dengan nilai-nilai Islam
-
Search Engine Optimization (SEO)
- Dasar-dasar SEO
- Teknik riset kata kunci
- Optimasi konten untuk mesin pencari
-
Digital Advertising
- Pengenalan platform iklan digital
- Strategi penargetan iklan
- Analisis performa iklan
-
E-commerce & Entrepreneurship
- Dasar-dasar bisnis online
- Membangun toko online
- Entrepreneurship dalam perspektif Islam
Praktik dan Proyek
Tidak hanya teori, para santri juga melakukan praktik langsung dengan membuat proyek digital marketing sederhana. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta untuk membuat kampanye digital untuk produk-produk hasil karya santri Pondok Pesantren Nurul Islam, seperti buku, kerajinan tangan, dan produk makanan.
“Kami ingin santri tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Dengan begitu, mereka siap bersaing di dunia kerja setelah lulus nanti,” ujar Ustadz Irfan Hakim, Kepala SMK Nurul Islam.
Tanggapan Santri
Para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi selama workshop berlangsung. Salah satu peserta, Ahmad Farhan (siswa kelas XI Multimedia), mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.
“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya, saya hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, tetapi sekarang saya tahu bahwa ada banyak peluang karir dan bisnis yang bisa dikembangkan melalui platform digital,” ujarnya.
Rencana Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut dari workshop ini, Pondok Pesantren Nurul Islam berencana untuk membentuk Digital Creative Hub, sebuah wadah bagi santri untuk mengembangkan keterampilan digital marketing mereka. Di sini, santri akan dibimbing untuk mengelola media sosial pondok pesantren, membuat konten-konten islami yang menarik, dan bahkan mengerjakan proyek digital marketing dari klien luar.
“Kami berharap Digital Creative Hub ini bisa menjadi tempat santri mengasah keterampilan sekaligus mendapatkan pengalaman nyata dalam bidang digital marketing. Ini juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pondok pesantren,” jelas Ustadz Ahmad Fathoni, Kepala Bidang Pengembangan Santri.
Dengan inisiatif semacam ini, Pondok Pesantren Nurul Islam terus berkomitmen untuk mempersiapkan santri menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman. Semoga para santri dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.